this is college

Menumbuhkan Kesadaran dan Tanggung Jawab

Menumbuhkan kesadaran itu sulit, apalagi tanggung jawab. Saat ini kami (aku dan teman-temanku) sedang memikul sebuah tanggung jawab yang cukup berat (meski bukan yang paling berat). Awalnya (sekilas flash back) aku juga termasuk dalam kelompok orang yang malas diberi tanggung jawab itu. Ya, malas! Kupikir, untuk apa? Toh, manfaatnya tidak konkret (atau mungkin tidak ada?!). Untuk mengorganisir sebuah acara, tentu diperlukan suatu persiapan yang cukup matang. Dan persiapan itu tentu saja membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, bahkan uang dari para panitianya. Benar kan?!

Permasalahannya ada di sini. Kami jarang (baca: malas) datang rapat. Alhasil, progress persiapan acaranya nggak maju-maju. Dulu aku berpikiran, untuk apa aku datang rapat, toh aku nggak terlalu dibutuhkan. Jabatanku adalah anggota sie.kesekretariatan, tugasnya mengurus segala keperluan administrasi dan pengarsipan dokumen yang berhubungan dengan acara dan membantu/menggantikan sekretaris jika berhalangan dalam tugasnya. Jadi setiap rapat, aku hanya duduk-dengar dan tidak mempresentasikan apa-apa karena memang aku petugas “di balik layar”. Selain alasan itu, alasanku malas datang rapat adalah karena dalam rapat, orang yang berkecimpung itu-ituu saja. Suara-suara yang terdengar itu-ituu juga. Alasan berikutnya, progress rapat tidak terlihat kemajuannya sehingga tiap kali rapat yang didiskusikan itu-itu saja. Dan aku juga (bisa dibilang) termasuk mahasiswa study oriented.

Tapi sekarang berbeda. Entah sejak kapan, entah bagaimana, dan entah mengapa, sekarang aku selalu menghadiri rapat (bahkan seringkali sampai malam). Sekarang aku merasa bertanggung jawab terhadap tugas ini. Aku masih study oriented, tapi aku sedang berusaha menyeimbangkan keduanya. Dan yang paling penting, dibutuhkan atau tidaknya aku dalam rapat itu, akulah yang menentukannya : apa aku hanya ingin duduk-dengar saja atau ikut berdiskusi, itu pilihanku. Dan aku telah memilih jalanku. Bagaimana dengan yang lain?

Sekarang progress acara berjalan cukup baik, mungkin karena tenggat waktunya hampir habis. Tapi tidak cukup baik, karena mayoritas teman-teman kurang ambil andil, sehingga yang kerja keras ya orang-orang tertentu aja. Kasihan kan?! Tidak jarang mereka yang lelah tiba-tiba saja menumpahkan emosinya, salahkah mereka?

Teman, kita saudara, juga sekelas, bahkan mengambil mata kuliah yang sama. Tapi kenapa kalian enggan membantu satu sama lain? Kalau alasan karena tugas yang menumpuk dan lain sebagainya, kami juga. Tugas kita sama banyaknya. Seringkali kami harus rapat sampai malam kemudian begadang mengerjakan tugas. Kami juga ingin mempertahankan dan mendapat IP bagus, sama seperti kalian.

Memang sulit menyadarkan seseorang, terlebih dalam kuantitas yang cukup besar. Kesadaran bukanlah obat yang bisa dibeli kemudian diminumkan agar penyakit malas dan tidak peduli itu sembuh; seandainya semudah itu. Kesadaran tidak bisa diharapkan dari orang lain yang berusaha menyadarkan kita. Kesadaran itu datang dari dalam diri masing-masing, atau berupa hidayah yang dihadiahkan-NYA.

Yang bisa dilakukan hanyalah mengetuk pintu kesadaran itu pelan-pelan, membiarkan tanggung jawab masuk ke dalam hati, dan menyimpannya di sana, untuk kemudian digunakan untuk mempersiapkan acara kita. Kami telah lama mengetuk, dan hampir kehabisan waktu. Akankah kalian membukakan pintu itu sendiri?!

Iklan

2 thoughts on “Menumbuhkan Kesadaran dan Tanggung Jawab

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s