The Remembering Brain #2: Koma

Ketika seseorang mengalami kerusakan otak dan ketidaksadaran permanen, beberapa orang dengan kejam menyebutnya "vegetable" (sayuran) – yakni seseorang yang berada dalam keadaan vegetatif (vegetative state). Sebuah penelitian mengklaim bahwa orang sering salah didiagnosis sebagai "sayuran" – probabilitasnya bahkan mendekati 50%! Peneliti mengamati secara seksama empat puluh pasien. Mereka memberikan pemeriksaan tanda-tanda kewaspadaan dan kesadaran yang … Lanjutkan membaca The Remembering Brain #2: Koma

Iklan

The Remembering Brain #1: Déjà vu

"Kita sudah pernah ketemu, ya?" “Kayaknya saya sudah pernah ke sini, deh.” "Tunggu, tunggu. Rasanya ini nggak asing." Kebanyakan dari kita pernah mengalami déjà vu setidaknya sekali, namun fenomena unik ini tetap saja masih membingungkan dari segi ilmu medis dan perilaku (behavioral and medical science). Para peneliti dan dokter belum sama-sama setuju terkait penyebab dan … Lanjutkan membaca The Remembering Brain #1: Déjà vu

Adab dalam Bertamu

Di tengah kengeluan karena merevisi buku ajar yang rasanya kok rauwis-uwis, saya memilih ngeblog aja sebagai pelipur greget. Sebenarnya ada dua hal yang sedang berkecamuk dalam pikiran saya (halah); yang pertama adalah tentang adab dalam bertamu dan yang kedua adalah pilihan seorang wanita dalam menjalani hidupnya setelah menikah. Karena yang kedua ini cenderung lebih sensitif, … Lanjutkan membaca Adab dalam Bertamu

Bagaimana Mungkin Cahaya (Foton) Bergerak Selamanya?

“Selamanya” adalah konsep relativitas. Kita dapat menilai sesuatu sebagai selamanya karena waktu kita terbatas. Beribu, berjuta, bermilyar tahun terasa selamanya bagi kita, sedangkan bagi foton tidak demikian. Foton bergerak pada kecepatan cahaya. Pada kecepatan cahaya, berlaku konsep relativitas khusus-nya Einstein dan salah satu konsekuensinya adalah timbul dilatasi waktu (time dilation). Efeknya: waktu berhenti pada kecepatan … Lanjutkan membaca Bagaimana Mungkin Cahaya (Foton) Bergerak Selamanya?

Pulau Penyengat dan Pak Sukri: Kenangan Sekolah Dasar

Pagi ini, sambil menunggu proses pengajuan deposito, salah satu kanal televisi swasta menyiarkan tentang Festival Pulau Penyengat yang akan diadakan bulan ini di Tanjung Pinang. Seketika saya ingat seseorang: cinta pertama saya dulu. Sepertinya perihal Pulau Penyengat ini tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup, haha. Bagaimana tidak, hal pertama yang saya dengar darinya adalah … Lanjutkan membaca Pulau Penyengat dan Pak Sukri: Kenangan Sekolah Dasar

Cuap-cuap Soal Chaos: Keteraturan dalam Ketidakteraturan

Pada mulanya beberapa gejala alam terbukti bertingkah laku rumit, tak teratur, tak dapat diperkirakan, dan acak. Gejala alam itu antara lain dijumpai pada aliran turbulen laut, perubahan cuaca, dan pembentukan awan. Kemudian terbukti pula kerumitan dan ketakteraturan yang dijumpai pada dinamika atom-atom dan molekul-molekul. Pada peramalan cuaca, sistem deterministik sederhana dengan tiga parameter – suhu, … Lanjutkan membaca Cuap-cuap Soal Chaos: Keteraturan dalam Ketidakteraturan

Along with the Gods: The Two Worlds (Bukan Review, Spoiler Dikit)

Lebih ke sekedar berbagi cerita sebenernya, karena saya juga ndak ahli mereview film 😀 Jadi udah dari semingguan lalu saya pengen banget nonton Korean movie ini karena ngelihat beberapa komentar di twitter yang katanya bagus dan bikin nangis mewek. Harus nonton dong sebagai pemuja tearjerking movie, hahaha 😆 😆 😆 okay singkat cerita berangkatlah saya … Lanjutkan membaca Along with the Gods: The Two Worlds (Bukan Review, Spoiler Dikit)