S__5054497

Tentang Sholat Istikhoroh

Saya pernah sholat istikhoroh.

Sekali, dalam seperempat abad perjalanan hidup saya.

Saya sudah tidak begitu ingat detailnya karena cerita ini sudah berlalu tujuh tahun lamanya. Saat itu adalah masa-masa peralihan saya dari putih abu-abu menuju bangku kuliah. Ibu saya ingin sekali saya menjadi seorang dokter, dan saya senang-senang saja berusaha memenuhi harapan itu. Singkat cerita, saya gagal diterima di jurusan pendidikan dokter berbagai perguruan tinggi setelah beberapa kali mencoba.

Kemudian saya diterima di satu jurusan yang sama sekali tidak saya duga: Fisika. Jadi begini rumus saya dalam menentukan pilihan pertama dan kedua: pilihan pertama adalah jurusan yang ingin saya masuki, yakni pendidikan dokter; dan pilihan kedua adalah jurusan yang (ilmunya) saya senangi, yakni fisika. Singkat cerita lagi, menjelang hari daftar ulang, saya segera bertolak ke Surabaya dari Lhokseumawe – bukan jarak yang dekat, tentu saja – bersama ayah saya. Saat itu saya sudah boyongan – atau pindahan, membawa semua baju dan buku favorit, juga berpamitan dengan teman-teman.

Baca lebih lanjut

Caoling Historic Trail

Hiking di Caoling Historic Trail (草嶺古道)

Jika kita hanya punya beberapa hari untuk menjelajah Taiwan dan hanya sempat hiking satu kali, Caoling Historic Trail-lah yang harus kita kunjungi, menurut saya:mrgreen:

Taiwan membuat saya keranjingan hiking. Banyaaak sekali hiking trail yang mudah diakses bahkan dari pusat kota Taipei. Dan salah satu hiking trail terindah dari beberapa hiking trail yang pernah saya coba adalah Caoling Historic Trail di Toucheng Township, Yilan County yang berjarak kira-kira dua jam dari Taipei. Pada artikel ini akan saya bahas sedetail-detailnya bagaimana caranya ke sana sekaligus beberapa tips berdasarkan perjalanan saya.

Tips: Naiklah local train dari Taipei Main Station menuju Dali. Bisa dengan local train jurusan timur (eastbound) menuju Su’ao atau Yilan atau Hualien, ongkosnya cuma NT$85. Total waktu perjalanan hampir dua jam.

Baca lebih lanjut

IMG_1123

Berjuang Melawan Diri Sendiri

Perjuangan yang paling berat adalah berjuang melawan diri kita sendiri.

Menghapus rasa malas pada diri orang lain pasti tak mudah, tapi lebih tak mudah membuang rasa malas pada diri kita sendiri. Tak mudah karena bahkan kita sendiri ingin bermalas-malasan.

Membimbing orang lain untuk berubah juga bukan perkara mudah, tapi lebih tak mudah lagi memerintahkan diri kita sendiri untuk berubah. Tak mudah karena bahkan diri kita sendiri ingin tetap pada keadaan yang seperti ini.

Perjuangan paling berat adalah berjuang melawan diri kita sendiri.

Baca lebih lanjut

apple-1112047_960_720

Apel Keberuntungan

Hari ini – entah ada angin apa – belum tepat jam menunjuk pukul tujuh tiga puluh pagi saya sudah duduk manis di depan laptop di lab. Karena masih sepi dan hari ini saya juga tidak berencana eksperimen apa-apa, tiba-tiba saya ingin ke pasar dan jadilah saya bersepeda dari lab ke pasar tradisional di bawah Jembatan Fuhe (Fuhe Bridge). Entah karena sudah lama sekali saya tidak sepedaan jauh-jauh plus matahari juga sangat terik (ah alesan), rasanya ngos-ngosan dan capek juga😆 eh tapi bukan mau cerita itu sih.

Saya belum pernah ke pasar di hari aktif (weekday/working day), dan sesuai dugaan, suasana pasar jauh lebih lengang daripada biasanya di hari Sabtu atau Minggu. Saya belanja apa? Nggak banyak sih, dari awal memang cuma berencana beli ikan (soalnya lagi kangen ikan tumis tauco), cabai dan bawang-bawangan, plus beberapa buah apel. Eh tapi bukan mau cerita ini juga sih.

Saya mau cerita tentang apel yang saya beli.

Baca lebih lanjut

IMG_1141

Lelaki yang Saya Temui di Dermaga

Traveling with friends makes you’re closer to each other; traveling alone doesn’t, yet it offers you a really different thing.

Bukannya saya berniat menganaktirikan salah satu, tapi sepertinya saya memang lebih cocok bepergian sendirian. Seperti kali itu, ketika saya sedang duduk menunggu senja datang di dermaga, seorang laki-laki yang kelihatannya berusia dua-puluhan akhir mendekat dan menyapa saya.

“Are you Malaysian?”

“No, I’m Indonesian.”

“Oh, really? Glad to meet you. Do you mind if I sit here?”

“No, please.”

Dan begitulah kami menghabiskan setidaknya satu jam terakhir memandangi laut dan perahu sambil bercerita tentang diri masing-masing.

Baca lebih lanjut

Talk-to-the-hand-660x471

Tendensi dan Penolakan-penolakan

Beberapa hari lalu, saya membagi sebuah artikel berjudul “Higher education or husbands? A tough choice for Indonesian women” di akun facebook saya. Kemudian salah seorang teman saya, Aufa, menuliskan komentar:

“Nyari kalimatnya Septia yang mana ya ini.”

Komentar tersebut, jujur saja, mengganggu saya. Dalam artian baik, maksudnya.

Saya (menilai diri saya sendiri) termasuk sering membagikan artikel-artikel dan informasi menarik di facebook. Tujuannya dua: menyebarluaskan informasi sekaligus sebagai pengingat jika kali lain saya ingin membacanya lagi. Saya juga termasuk orang yang pikir-pikir dulu sebelum membagi. Saya merasa perlu memastikan banyak hal, di antaranya apakah informasi tersebut benar dan berguna (jika berupa informasi) dan di mana posisi saya (jika berupa opini).

Baca lebih lanjut

IMG_1121

Takdir

Shim Soon Deok menyebutnya takdir; ketika ia bertemu dengan Hwang Seon-Ah di hutan, dan Seon-Ah mengenalkannya pada Moorim School. Ia menyebutnya takdir karena pertemuannya dengan Seon-Ah merupakan solusi dari masalah terberat yang dihadapinya saat itu: ia ingin kuliah namun keluarganya amat sangat miskin.

Yoon Shi-Woo menyebutnya takdir; ketika ia tersesat di hutan dan bertemu dengan Shim Soon-Deok yang menunjukkannya jalan keluar. Ia menyebutnya takdir karena pertemuannya dengan Soon-Deok juga merupakan solusi dari masalah terberat yang dihadapinya saat itu: sakit yang sebabnya tidak diketahui kenapa, pun penyembuhannya tidak diketahui bagaimana.

Takdir.

Seringkali kita menyebut sesuatu yang terjadi di luar kendali sebagai takdir. Sesuatu yang membawa begitu besar perubahan pada hidup kita setelahnya; terlepas berdampak baik, atau justru sebaliknya. Pertemuan dengan pasangan hidup kita, perjumpaan dengan penyelamat hidup kita di saat-saat kritis, penyelesaian masalah di saat-saat tersulit, dan lain sebagainya.

Baca lebih lanjut