salad days

Semenit Keberanian

Kampus NTUST, Taipei. Graduation day. Sepertinya karena berada di tengah hiruk-pikuk kegembiraan mahasiswa-mahasiswi yang lulus, saya seperti mendapat semangat dan keberanian yang entah dari mana datangnya. “Mik, aku mau bilang soal perasaanku, biar lega.” “Hah? Yakin, Sep?” “Ninety-six percent. Titip bunga, ya!” kemudian saya berlari menjauh. “Seeppp, nggak takut ditolak?” tanya Ilmi setengah berteriak. “Hahaha,… Continue reading Semenit Keberanian

senandika

Because you only have to forgive once

Semalam saya menonton salah satu film bergenre drama, judulnya The Light between Oceans. Film berdurasi dua jam lebih itu bercerita tentang sepasang suami-istri yang dua kali gagal dalam kehamilan (keguguran) kemudian mengambil dan merawat seorang bayi yang terdampar di pantai. Filmnya bagus, agak membosankan sih, soalnya memang saya kurang begitu menggemari genre drama. Di sini,… Continue reading Because you only have to forgive once

science world · this is college

Tentang Tesis Saya #2 (CZTS Solar Cell)

Di postingan ini dan postingan-postingan berikutnya saya akan membahas beberapa hal yang saya ketahui dan pelajari tentang CZTS solar cell, mulai dari latar belakang, proses pembuatan, hingga karakterisasi. Selamat menyimak! Sekilas tentang CIGS solar cell Salah satu sel surya film tipis (thin-film solar cell) yang telah diproduksi dan dikomersialkan adalah CIGS solar cell. CIGS merupakan… Continue reading Tentang Tesis Saya #2 (CZTS Solar Cell)

salad days · senandika

Langit Selepas Hujan

#1 Saya ingin sekali memulai riset tentang biophotovoltaic, namun tidak ada lab ataupun KBK energi di jurusan tempat saya bernaung. Tidak ada dosen senior yang berkonsentrasi di bidang energi, sehingga topik ini adalah topik yang benar-benar baru. Babat alas, istilahnya. Ada beberapa kemungkinan tentang respon dosen-dosen lainnya jika memang saya memiliki keberanian untuk memulai riset… Continue reading Langit Selepas Hujan

salad days · senandika

At the Riverside

Saya mengenal seseorang. Kenal, tidak sekedar tahu. Kami sempat dekat, meski sekarang tidak lagi – sudah lama tidak lagi (dekat). Saya merasa kami cocok sekali. Kami sama-sama suka membaca dan begitu mencintai buku-buku. Selera bacaan kami tidak tepat sama, namun justru lebih baik: melengkapi. Saya menyukai buku-buku ilmu pengetahuan populer, sedang dia menyukai buku-buku lintas… Continue reading At the Riverside