“Mungkin akan lebih mengerikan jika kamu mau melihat contoh-contoh lain. Kamu tahu bahwa kaum Nazi membunuh jutaan orang Yahudi. Akankah kamu katakan bahwa ada sesuatu yang salah dengan penalaran Nazi, atau akankah kamu katakan ada sesuatu yang salah dengan kehidupan emosional mereka?”
“Jelas ada sesuatu yang salah dengan perasaan mereka.”
“Banyak di antara mereka yang sangat jernih pikirannya. Bukan hal yang luar biasa jika kita dapat menemukan perhitungan dingin di balik keputusan-keputusan yang paling tidak berperasaan. Banyak di antara kaum Nazi itu yang dihukum setelah perang, tapi mereka bukan dihukum karena bertindak ‘tidak masuk akal’. Mereka dihukum karena telah menjadi pembunuh yang sangat keji. Bisa jadi orang yang tidak mempunyai pikiran waras dibebaskan dari kejahatan mereka. Kita katakan bahwa mereka ‘tidak bertanggung jawab terhadap tindakan-tindakan mereka’. Tidak ada orang yang pernah dibebaskan dari kejahatannya karena tidak berperasaan.”
- Percakapan antara Alberto Knox dengan Sophie, dikutip dari Dunia Sophie karya Jostein Gaarder
“Sebuah surat harus disampaikan secara pribadi. Christopher Robin baru mengajar aku tentang itu kemarin.”
“Tapi aku kenal Hilde.”
“Nggak ada bedanya. Bahkan jika kamu mengenal seseorang dengan sangat baik, kamu tidak boleh membaca surat-surat mereka.”
– percakapan antara Sophie dan Winnie the Pooh; dari Dunia Sophie, Jostein Gaarder
Setiap orang memiliki ruang privasi yang tak ingin disentuh, yang kadarnya berbeda-beda. Hargai itu
![]()
Inersia #1
Proses pemetaan ini sudah berlangsung selama sebelas jam. Superkomputer paling mutakhir itu telah memetakan struktur tubuh manusia dengan efisiensi berpuluh kali lipat dibanding saat ia tercipta dahulu, dua puluh tujuh tahun silam. Sekarang ia hanya butuh waktu enam belas jam, itu berarti tinggal lima jam lagi. Dan pria ini akan dapat mengubah sejarah.
Sembilan puluh enam jam sebelumnya…
“Tuan Keynes yang terhormat, dengan bangga kami mengabarkan bahwa Tuan memenuhi spesifikasi kami dalam Proyek Loncatan Dimensi WH#329. Untuk itu kami berharap agar Anda dapat berada dalam Bandar Udara Sky Line pada hari Senin, 17 Januari pukul 08.00 waktu setempat. Jet pribadi kami telah tersedia untuk Anda. Terima kasih. Dengan hormat, Annadya Hopkirk, Direktur Sumber Daya Lembaga Noetic Nasional. P.S. : Anda diperbolehkan membawa benda-benda keperluan Anda sendiri.”
Dua puluh dua jam kemudian, pria itu telah sampai di Laboratorium Fisika Partikel, menjabat tangan dan memperkenalkan diri padaku dengan gugup.
“Semoga perjalanan Anda tadi menyenangkan. Silakan ikut saya.” Baca Lanjutannya…
Cinta (Lagi)
“Allah yang menanamkan cinta di hati manusia, masa’ mau dibiarkan? Kan gak sopan. Makanya, libatkan Allah sejak langkah pertama. Berjuanglah untuk cinta karena Allah.”
– nasihat Mas Juk Ng, si tukang sayur, kepada Bang Jack (PPT#5)
“Seharusnya kebohongan-kebohongan manis itu hanya untuk aku, tapi kamu sudah lupa bagaimana caranya mencintai aku.”
– kata-kata Aya kepada Azzam (PPT#5)
“Perempuan mana yang bisa menandingi cinta dan pemahaman seorang ibu?”
– kata-kata Widia kepada Azzam, anaknya (PPT#5)
Cinta Laki-laki Biasa (True Story)
Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.
Kenapa? Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.
Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.
Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon lima belas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yang barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan menyadari, dia tak punya kata-kata!
Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap. Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.
“Kamu pasti bercanda!”
Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa dan Mama membuat Nania menyimpulkan Baca Lanjutannya…
Bangsaku
…
Aku kasihan dengan kelemahanmu,
Bangsaku, namun sikapku ini justru
Memperparah kelemahanmu, yang memuji-muji
Dan tetap memelihara kemalasan yang
sia-sia bagi kehidupan.
Dan hari ini aku melihat
Kelemahanku yang jiwaku membencinya
Dan merasa takut.
…
Hipokrit menjadi agamamu, dan
Kesalahan adalah kehidupanmu, dan
Kekosongan adalah Baca Lanjutannya…
Maya, Nyata, dan Firasat
Apa yang terlihat tidak selamanya mengungkapkan yang ada.
Apa yang tidak terlihat belum tentu tidak ada.
Mata, tidak jarang keliru menangkap hakikat sesuatu,
meskipun ya, mata jauh lebih baik daripada telinga
yang mudah diperdaya oleh keambiguan lidah
yang telah mengelabui manusia sejagat raya.
Mata, terkadang mampu membaca apa yang tak mampu perkakas lainnya indera.
Namun tetap saja, mata, tidak jauh lebih baik daripada telinga
yang mudah disanjung lidah,
tangan yang sering melampaui batas,
ataupun lidah yang menyakiti tanpa ampun.
Mata, sering kali Baca Lanjutannya…
Menjaga Hati
Menjaga hati itu tak mudah.
Sungguh,
kalau pun aku bisa, belum tentu dengan dia.
Kalau pun kami telah begitu percaya diri untuk mampu,
bukankah masih ada orang lain dengan prasangkanya?
Ingin ku katakan pada semua orang bahwa,
tak ada apa pun di antara kami.
Tapi bisakah mulut berbicara demikian,
bila hati berkata lain?
Mengertikah bahwa hati adalah penawar?
Jika ia teracuni, tidakkah tubuhmu terancam?
Jagalah hati,
sekiranya, itu tak mudah…
*ditulis ulang (dengan sulaman di sana-sini) dari sebuah buku yang (dengan sangat tidak hormat) telah kulupakan judul dan pengarangnya. Dari sekian panjang puisi di buku itu, hanya bait-bait inilah yang terus teringat lekat di benakku.
Pelangi yang Memudar
Kalian memiliki dunia sendiri
aku pun membangun duniaku sendiri
sepi…
Aku tak butuh pelangi
yang keindahannya hanya sesaat.
Kini aku bersama akar. Menjalar tak jelas.
Mencari mata air, tuk melepas dahaga perhatian.
Namun ku dapat air mata.
Bodoh. Ceroboh.
Aku memulainya dan terlalu gengsi untuk mengakhirinya.
Tertawa sendiri. Menangis sendiri.
Awalnya menyenangkan memang, tapi perih pada akhirnya.
Akarku rapuh. Aku tak kuasa berdiri. Baca Lanjutannya…
Sejingga Ibukota, Semegah Bianglala
Sejingga ibukota.
Tatanan kasih dalam asa.
Kini terurai dalam ruah.
Semegah bianglala.
Bukan dia.
Bukan mereka.
Akulah yang menggoreskan kata sudah.
Bulan baru lahir dalam hatiku.
Menjadikan Baca Lanjutannya…





ekspedisi pembaca