Saya : Green Lantern (?)
Menurutmu, superhero mana yang sangat mewakili karaktermu??
Ini nih pertanyaan yang paling bikin galau, bahkan PR ini jadi tertunda beberapa hari lamanya gara-gara saya dibuat bingung sama jawabannya. Mungkin karena lagi hangat-hangatnya sama The Avengers ya, jadinya Bli Gandi ngebikin pertanyaan kayak gini – padahal PR ini sudah ada sebelum pemutaran perdananya, hehe.. Kalau superhero yang paling saya suka sih gampang banget jawabnya : Iron Man! Sosok yang jenius, kaya, humoris, konyol tapi hebat, dan…playboy! Hahaha
Tapi kalau yang mencerminkan diri saya.. Hmm…
Sampai akhirnya seorang teman sekelas saya di SMA, yaitu Ryan – seorang cowok yang jadi maskotnya kelas, cerdas dan juga charming, tapi rada aneh, hehehe, menyarankan kepada saya untuk mengikuti kuis di http://thesuperheroquiz.com. Iseng, saya pun mengisi puluhan pertanyaan yang ada dengan serius, beneran serius, karena saya emang pengen tau saya mirip (superhero) siapa
Dan… inilah hasilnya…
PR
Akhirnya… Kelar juga PR dari Bli Gandi, hehehe. Langsung aja nih ya
- Sebutkan nama lengkapmu!
Prof. Dr. Septia Kholimatussa’diah, S.Si, M.Sc *amiinn*
- Siapakah inspirator yang dianggap cocok dengan misi hidupmu?
Leonardo Vetra. Seorang tokoh fiktif yang muncul dalam novel Angels and Demons karya Dan Brown. Siapa dia? Fisikawan jenius yang berprofesi sebagai peneliti di CERN (lembaga nuklir Eropa – red). Visinya adalah menyatukan agama dan ilmu pengetahuan; membuktikan bahwa agama adalah benar melalui kemajuan ilmu pengetahuan. Misi hidupnya adalah mempelajari kekuasaan Sang Pencipta dalam alam semesta melalui fisika (khususnya fisika partikel). Meskipun saya menganut keyakinan yang berbeda dengannya, motto hidup kami tetap sama : ilmu pengetahuan adalah salah satu cara memahami ke-Maha-Kuasa-an-NYA. Keduanya berjalan secara sinergis namun dalam kecepatan yang berbeda, seperti quote favorit saya dalam hal ini, “Ilmu pengetahuan dan agama tidak bertentangan, ilmu pengetahuan hanya terlalu muda untuk mengerti.”
The Avengers
Sudah ada yang menonton The Avengers? Itu lhoo yang lagi hot-hot-nya di bioskop sekarang
Jujur, saya sebelumnya nggak begitu kebelet nonton nih film, hanya karena adik saya saja yang ngebet banget pengen nonton, haha. Yah, soalnya bukan follower serial Marvel sih… Baca sinopsisnya di website 21 sekilas, saya nggak ngerti apa-apa. Gimana nggak, nonton Iron Man sekali pun nggak pernah, Thor juga, apalagi Captain America. Ketiga film itu hanya mendekam selama ini dalam harddisk laptop saya, bertahan karena selalu lolos dari pembersihan memori semata karena feeling saya yang tidak ingin menghapusnya! Saya cuma kenal sama Hulk, itu pun cuma sekali nonton waktu jaman SD dulu – waktu ayah saya baru-baru punya VCD player, hahaha
Banyak kata yang mau saya sampaikan setelah menikmati film ini, tapi sayangnya tidak bisa dirangkai menjadi kalimat. KEREN! TOP! COOL! KEREN, KEREN, dan KEREEENNN! *histeris level makro* The Avengers itu super ultra great delicious wonderful keren dah pokoknya! Haha, bahasa apalagi ini
Saya nggak akan mengulas ceritanya di sini, nggak bakal seru nanti jadinya buat reader yang pengen nonton juga. Saya hanya berniat mengiming-imingi saja
Baca Lanjutannya…
Hidup di Dua Dunia
Hmm jangan keburu berpikiran ke mana-mana dulu, kali ini saya tidak berencana membuat postingan seputar amphibi atau pun mati suri. Dua dunia yang saya maksudkan adalah, dunia nyata dan dunia maya. Iya, dunia maya karena internet itu…
Reader, pernah ketemu sama orang atau punya teman yang menunjukkan kepribadian yang berbeda antara ia sehari-hari dengan yang ia tunjukkan di dunia maya, jejaring sosial misalnya? Si empunya blog ini salah satu contoh terdekatnya. Sejak saya mengenal dunia internet delapan tahun lalu (waktu masih SMP), sudah banyak sekali teman-teman saya yang bilang saya sedikit berbeda kalau hidup di dunia maya. Saya dikatakan menjadi lebih banyak omong (berani berkomentar, menyapa orang lain, dsb) dan lebih terbuka dalam berbicara. Dan saya pun mengakuinya. Singkat saja, entah kenapa saya merasa lebih nyaman saja bercuap di tempat di mana saya tidak perlu bertatapan langsung dengan lawan bicara.
Tutus lah yang mengenalkan dunia blog pada saya, Baca Lanjutannya…
Senang :D
Apa jadinya kalau Septia mendapat kejutan bisa melihat stand-up comedy dari comic yang disukainya SECARA LANGSUNG? Haha, bahkan suatu tempat yang awalnya kurang disukainya pun bisa jadi menyenangkan pada akhirnya
Ceritanya dimulai sore ini. Sebenarnya malam (minggu) ini saya berencana meneruskan laporan Fisika Eksperimental Lanjut yang sebagian analisisnya baru selesai siang tadi bersama teman-teman. Tapi ternyata ada rencana menggiurkan lain yang datang : kekasih saya menawari jalan-jalan. Pilihannya, nonton bioskop atau duduk-duduk di kafe. Kafenya pun kafe yang sudah diceritakannya berminggu-minggu yang lalu ketika saya masih di rumah. Alhasil, dengan mempertimbangkan bahwa sekarang malam minggu dan tiket nonton pasti mahal, juga tidak ada film yang memang saya incar, pilihan saya jatuh ke kafe – yang kata kekasih saya spagetinya enak banget! Sebagai penyuka spageti, sejak pertama kali diceritakan, saya sudah ingin sekali ke sana. Jadi, ketika kami berangkat sekitar pukul tujuh malam, mood-meter saya sepertinya menunjuk angka 90 dari skala 100 :p
Tapiii, ternyata realita tak seindah imaji kita (abaikan ini) Baca Lanjutannya…
Liburan
Minggu ini secara resmi kampusku mulai libur. Sudah sejak dua minggu lalu aku dan kekasihku berencana pergi liburan ke luar kota begitu ujian berakhir. Yup! Dan akhirnya pada hari Senin, 16 Januari 2012 rencana itu bakal terlaksana. Tujuan : Batu, Malang.
Sudah sejak hari Minggu malam aku mempersiapkan beberapa hal. Mulai dari jas hujan, sepatu, kendaraan, stamina, dan gak lupa uang tentunya, hehehe. Tapi adaa aja yang berencana bikin semuanya batal. Tepat sebelum aku merebahkan diri untuk tidur, sebuah pesan singkat masuk ke henponku, yang bunyinya kurang-lebih begini : “Pak Supadi minta soal UAS fisrad kemarin dikerjakan lagi dan dikumpulkan paling lambat jam 3 sore senin besok, sebarkan!” dari Atut. Dan lemaslah otot-ototku
Mengingat separuh dari enam soal itu sama sekali tidak bisa kukerjakan waktu ujian kemarin (iyalah, mata kuliah fisika radiasi kok soal model geologi begitu -_______-) aku merasa bakal sia-sia saja menghidupkan kembali lampu kamar dan membongkar koleksi bukuku malam ini. Maka kuputuskan untuk menghubungi salah seorang temanku (Naniy) dan mengajaknya ngerjain tugas itu bareng besok pagi-pagi banget. Setuju. Dan aku pun tidur.
Ba’da subuh, aku langsung mencoba nyicil ngerjain soalnya Pak Supadi. Nyalain laptop, koneksi internet terhubung, plus buka buku-buku lama (Fisika Modern – Kenneth Krane). Eh tak disangka, ternyata begitu mudah mendapatkan jawaban dari buku maupun internet, gak buta kayak waktu ujian, haha. Jam setengah tujuh pagi, tugas selesai. Aku segera mandi dan bersiap-siap ngumpulin tugas juga berangkat.
Iseng #2 : Playlist
Hari ini : bangun pagi – belajar LDM – bosen – mandi, sarapan – belajar lagi – bosen – nonton Midnight Sun-nya YUI – belajar lagi – dan akhirnya setelah bosan untuk yang ke sekian kalinya, saya memutuskan untuk bikin postingan iseng part dua. Ceritanya, setelah membuka playlist MP3 lama di hape dan nemu lagu-lagu yang punya kenangan tersendiri. Ini diaa…
1. Merindukanmu – D’Masiv
Setiap mendengar lagu ini, saya langsung teringat dengan salah seorang sahabat sekaligus kakak kelas SMA saya – Bang Madi saya memanggilnya. Kenapa? Ceritanya, waktu itu lagu ini jadi hits dan menduduki peringkat pertama di acara Dahsyat di RCTI selama berminggu-minggu. Kebetulan, saya sangat menyukai lagu ini, bahkan sampai sekarang. Waktu itu, saat mengobrol via telpon (kakak kelas saya itu kuliah di Bandung dan saya masih sekolah di Aceh), beliau yang tiga tahun lebih tua dibanding saya, memperdengarkan lagu ini.
Selama aku masih bisa bernapas
Masih sanggup berjalan ku ‘kan slalu memujamu
Meski ku tak tau lagi engkau ada di mana
Dengarkan aku ku merindukanmu…
A Million Red White Photo Thumbnail Project
Sewaktu blogwalking ke rumahnya Asop, nemu artikel bagus dan aku memutuskan untuk ikut berpartisipasi di dalamnya. Proyek itu bernama A Million Red White Photo Thumbnail Project, sebuah proyek pengumpulan foto bertemakan merah-putih Indonesia.
Dan inilah foto yang saya ikut-sertakan ke proyek tersebut







ekspedisi pembaca