Degupan itu…

Degupan itu bermula sejak aku menumpangkan kakiku pada pedal depan sepeda motor yang kita kendarai menjelang Camp PEMABA ke Coban Rois, siang itu, dan ditertawakan oleh pengendara lainnya..

Sejak kamu menahan kepalaku yang bersandar ke bahumu ketika tertidur di bis dengan tanganmu agar tidak oleng karena guncangan dalam perjalanan ke Madiun menjelang KF..

Sejak kamu lebih memilih menghabiskan waktu bersamaku ke Jatim Park untuk sekedar refreshing daripada teman-temanmu yang lain..

Sejak kamu gak menyerah memaksa dan mengambil fotoku karena tau aku gak suka difoto..

Sejak kamu berkata “karena meskipun Mas belum dilantik, Mas tau gimana kinerja Adek waktu AMT. Mas juga sering merhatiin cara Adek jalan, makan, ngomong, waktu ikut rapat, dan Mas berkesimpulan kalo Adek orang yang berkarakter dan perlu diasah. Jadi, kenapa harus minder kalo dikasih jabatan Koordinator Acara PEMABA?”

Sejak kamu tidak mengizinkanku ikut survey (Camp PEMABA) jika kamu tidak ikut..

Sejak kamu menawarkan untuk selalu mengantar dan menjemputku di terminal kalau aku pulang ke Madiun..

Sejak kamu selalu mengikutiku menyendiri ke tempat-tempat favoritku..

Sejak kamu berkata “orang pendiam dan penyendiri kayak Adek yang harus dijaga..”

Sejak kamu menyuruh dan mengajariku untuk lebih terbuka dan percaya diri..

Sejak kamu merelakan waktu untuk berputar-putar menemaniku mencari handphone-ku yang terjatuh di sepanjang perjalanan pulang dari Malang, padahal saat itu malam hari dan kita semua capek sekali setelah tiga hari survey dan melakukan simulasi Camp PEMABA..

Sejak kamu meminjamkan handphone utama plus kartu sekundermu karena kita tidak berhasil menemukan handphone-ku yang hilang dan berkata “gak usah buru-buru beli hape baru, pake punya Mas aja dulu..”

Sejak kamu menjawab “orangnya harus bisa bikin Adek senang dan ketawa terus tiap hari..”

Sejak kamu menyuruhku duduk di depan dan berkata lagu itu untukku ketika kamu tampil saat Welcome Party menyanyikan Aku Harus Jujur – Kerispatih..

Sejak kamu memilih menghabiskan tahun baru bersamaku dengan seribu tawa dan cerita malam itu, di depan kontrakan..

Sejak kamu tidak mengejekku yang menangis sedu-sedan ketika aku bercerita tentang keluargaku, dan betapa aku merindukan mereka..

Sejak kamu bercerita tentang hal-hal kecil yang menjadi mimpi-mimpi besarmu..

Sejak kamu mengatakan ingin tau dan pergi ke tempat di mana aku lahir dan dibesarkan..

Dan sejak kita pulang dari Tretes – Pasuruan, mencari villa untuk Rapat Kerja HIMAFI 2011, aku (sepertinya) tau apa arti degupan-degupan itu..

Sepele ya?

Tapi indah…

 

P.S. : degupan ini masih ada sampai sekarang..

*sepertinya banyak sekali hal yang menghubungkan aku dengannya adalah karena dan berkaitan dengan HIMAFI (Himpunan Mahasiswa Fisika), dan aku sangat berterima kasih karenanya J

Tag:,

Tentang septiadiah

mahasiswa Fisika - Universitas Airlangga '09, suka membaca, cita-citanya ingin mengabdikan diri di bidang pendidikan dan penelitian, setia ngikutin Naruto & Detective Conan.

2 Responses to “Degupan itu…”

  1. cihuy says :

    “Setiap tulisan merupakan dunia tersendiri, yang terapung-apung antara dunia kenyataan dan dunia impian.”

    - Pramoedya Ananta Toer

**Silakan Berkomentar~! ^o^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s